Setelah selesai mengitari kampung, aku kembali ke Bungalow, dan ternyata Tia masih sibuk dengan aktivitas berenangnya. Bokepindo “Thanks ya, Vi”. Sifat manja Evi yang selalu menatap aku tanpa berkedip yang membuatku akhirnya sedikit melupakan Tia. Aku dan Tia memilih untuk sembunyi di kamar. Uffftgh..aman..pikirku licik.Waktu sudah menunjukkan puluk 9 malam.Kami semua berkumpul di ruang karaoke. Kami berdua saling bercerita sambil sesekali rayuan gombal Tia menggelikan telingaku.Mata kami saling beradu, kami mulai merasakan ketidakmyamanan. Tanpa aku duga sebelumnya, tiba-tiba Evi sudah menghampiri aku dan langsung duduk bersandar di depanku sambil meraih kedua tanganku untuk memeluknya erat-erat. tiba-tiba Evi membawakan sebuah lagu. Di sana aku hidup sebagai anak kost. Rambutnya yang panjang dibiarkan terurai menyapu wajahnya yang lembut.Libur 2 hari serasa hanya 1 menit kami rasakan.Belum puas rasanya menikmati hari liburku yang bisa aku lewatkan bersama 2 gadis cantik..betapa konyolnya aku!!!Saat pulang ke Cirebon, aku duduk dibangku paling bekalang bersama Tia, Evi dan Nana. Rasa bersalah menyelimuti pikiranku..lagi-lagi aku menyakiti perasaannya yang halus. Cemburukah dia? Satu demi satu pakaian kami tanggalkan. Kami bertiga hanya duduk terbengong-bengong menatap keluar jendela.















