Kulihat matanya basah dan keringat keluar di bawah anak rambut, di alis dan ujung hidungnya.Tapi aku sudah tidak sabar. Sekilas kami bertatapan, kulihat matanya begitu letih dan mukanya pucat.“Kamu dari sekolah langsung kemari?”“Iya Om.”“Belum pulang ke rumah?”“Belum Om.”“Kemari dulu.” Aku cepat melangkah ke dapur memeriksa lemari es. Bokepindo “Enak Om, tapi dada rasanya panas.” Aku juga mereguk dari slokiku. Periuk rice cooker langsung kuangkat pakai sarung tangan dan kuletakkan di meja makan dengan alas piring lain. “Om!!” kulihat dia melambai dari jarak enam meter. Kudekati dia, kupondong dan kukecup lagi lalu kubawa ke tempat tidur.“Apa yang akan kita lakukan, Ermita?” bisikku tersengal di telinganya sambil membaringkan dia di ranjang. Kubetulkan kembali pakaiannya yang acak-acakan, kutempatkan bantal di bawah kepalanya menggantikan lenganku dan tak lama kulihat Ermita benar-benar tertidur pulas. Kudekati dia, kupondong dan kukecup lagi lalu kubawa ke tempat tidur.“Apa yang akan kita lakukan, Ermita?” bisikku tersengal di telinganya sambil membaringkan dia di ranjang. “Oh ya ada di belakang. Aku hendak menikmati yang dapat dibeli uangku dengan sebaik-baiknya. Apakah Andi curiga dan menduga-duga? “Tidak Ermita, Om tidak mengambil keperawananmu.” Dia menatap ke mataku beberapa saat, lalu kulihat dia tersenyum lega, “Terimakasih Om.” Kucium keningnya.















