Sepuluh menit setelah itu,Tomo terlihat kejang sesaat sambil mengerang tertahan. Bokepindo Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi.“Tomo sudah pulang!!”, pikirku senang.Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya. Kenapa??!!”Dia melihatku dengan pandangan marah. Aku tidak bisa.Tomo pun membuka resleting celananya dan mengeluarkan ‘senjata’nya, kedua kaki wanita itu dipegang dengan tangan Tomo dan Tomo segera menancapkan ‘senjata’nya ke liang wanita yang sudah basah itu dengan sangat kasar.Wanita itu mengerang dengan keras. Tomo melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Aku pun berteriak lebih keras dari sebelumnya.“Ohh..Maria.”Aku merasakan tangan Tomo meremas pinggulku dengan kuat. Kamu itu perempuan apa??!! Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu.“Tomo marah..”, pikirku.Aku pun merasa ketakutan. Tomo melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Marah yaa? Tomo pun menghela napas dan beristirahat sejenak, masih dalam rangkulan wanita itu. Saat itu, aku benar-benar sendirian. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Tomo dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Tangannya meraba-raba dan meremas payudara wanita itu.“Ohh..Tomo”Pelan-pelan, tangan Tomo menyingkap rok wanita itu dan menari-nari di sekitar pinggul dan pahanya.













