Baiklah! Bokepindo Aku dan Sam saling bertatapan dan tersenyum. Silahkan kalau mau istirahat dulu. Sam langsung mencoba mengejar Pak Kepala Desa yang telah pergi meninggalkan rumah dengan langkah setengah berlari. Itu tadi, Rahma. Dia adalah adik istri pertama saya.” begitu kata Pak Kepala Desa menceritakan sedikit tentang profilnya.“Jadi Bapak menikahi adik istri Bapak yang meninggal itu, ya Pak?” Tanya Erdi sambil memperbaiki kacamata minus yang selalu tergantung di telinganya.“Iya! Dia adalah adik istri pertama saya.” begitu kata Pak Kepala Desa menceritakan sedikit tentang profilnya.“Jadi Bapak menikahi adik istri Bapak yang meninggal itu, ya Pak?” Tanya Erdi sambil memperbaiki kacamata minus yang selalu tergantung di telinganya.“Iya! Cerita ini adalah tentang temanku, Sam. Selebihnya kami menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 1km melewati hutan dengan tekstur jalan setapak tanah merah berkerikil naik turun bukit dan jurang yang tertutup semak di sisi jalan. sudah dong ngongnya, Pak!” Akhirnya, ku coba untuk mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan istri beliau.“Ibu, di mana, Pak?” Tanyaku sambil melirik ke belakang.“Istri saya itu, kalau anak-anak sudah tidur, dia juga tidur.” Jawab Pak Kelapa Desa.“Wah!















