Terus terang, aku ga suka ama bosku. Mbak Titis sudah berganti pakaian dengan kimono warna pink. Bokepindo “Dimas, biarian aja. Ijin terus aja Pak Miiinnn… Setiap bosku keluar kota aku selalu menemani Mbak Titis dan memberinya kepuasan. Tanpa basa-basi aku segera memutar tubuhku dan di depanku telah berdiri Mbak Titis dengan paras yang sangat cantik. Abis itu aku duduk lagi di meja marketing.Selang 1 jam, Ibu Titis udah nyampe lagi di studio. “i…iya bu…Mbak”, jawabku pendek.Entah kenapa perasaan senang menyelimutiku. Pemilik radio itu namanya Bapak Damian. Dan lagi2 Mbak Titis menjilat penisku pelan. Tampak samar belahan daging dan kucoba menjilat pelan membelah hutan jembut yang lebat itu. Mbak Titis melenguh merasakan gesekan pelan di vaginanya. Kuciumi pelan paha kanan Mbak Titis. Tanganku kubiarkan bebas menggantung. Lalu kutusuk lagi dengan gerakan cepat. Aku berlutut lagi dan kini yang menjadi sasaranku adalah pahanya. Karuan aja aku jadi deg-degan…“Gerbang depan udah di kunci, mas”, sebuah suara membuyarkan lamunanku. Muluntuku pun mulai menghisap gundukan indah Mbak Titis. Segera kuarahkan bibirku ke puting kanan. “Halo mas, loh mukanya kok merah gitu”, sapa Rani sambil membereskan form request di meja. Aku menyerbu tetek kanan Mbak Titis dengan sangat liar sementara tangan kananku meremas-remas dengan kuat tetek yang















