Gadis Desi Yang Menggoda

Kutarik tangannya agar melepaskan kepalaku. Bokepindo Kali ini capt. Namanya Hari.“Jul.., lagi ngapain lu?”
“Bengong.., kenapa?”
“Bantuin gue dong !”
“Bantuin ? Kemudian nampak seraut wajah cantik melongok kamarku.“306?”
“Masuk aja Mbak…”
Wanita cantik berumur sekitar 28 itu masuk. Lina mencengkram kepalaku dengan kuat, sesekali kusedot-sedot lalu jilat, ambil nafas. Malam ini kebetulan tidak ada “tamu penting” katanya. “Kepalang tanggung”, begitu pikirku pada akhirnya. Kini posisiku telentang. “Jangan-jangan bukan manusia..”, pikirku. Karena aku tidak mau dimasukkan ke daftar gosipnya, aku tantangin biar dia ke kamarku. Kubiarkan Lina menikmati buaian sisa orgasmenya sampai kemudian kubalik posisi agar dada Lina agak lega. Kuceritakan saat itu aku baru berlibur ke Ambon sekalian ke rumah teman lama. “Kaosnya udah dibungkus Dik..?”
“Eh.., udah Mbak.., kirain nggak beneran..”, jawabku menangkap isyaratnya. Hari kemudian minta bantuanku untuk menemaninya. Yuni memanggilku ke kamarnya, biar lebih enak ngobrolnya. Memang aku nggak good looking amat, cuma kalau sudah nggak kuat nahan apa mau di kata, begitulah kira-kira opininya di satu kesempatan kami berdua.Malam itu, pukul tujuh, Yuni menelepon, katanya ingin ngobrol. “Siapa Lin?”
“Ngga ada suara, telepon kaleng kali”
Aku tersenyum kecut, “wah pasti si Yuni”, pikirku. Hari kemudian minta bantuanku untuk menemaninya. Aku tersenyum kaget, rupanya yang semalam meneleponku adalah si captain gebleg.TAMAT

Gadis Desi Yang Menggoda