Sabar sekali dia menuntun jari-jari tanganku untuk meremas dan memainkan bagian atas dadanya yg berwarna coklat kemerahan. Bokepindo Dan memang benar, ternyata Lidya berulang tahun malam ini. Lalu dia menuntun dan membawanya ke pembaringan. Sedangkan Lidya malah menggenggam dan meremas-remas, membuatku mendesis dan merintih dgn berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Sehingga pahanya jadi terbuka cukup lebar. Apalagi sampai jatuh cinta. Seakan-akan dia tak percaya dgn apa yg ada di depan matanya. Habis lucu sih.., Soalnya waktu Mbak Indira menikah, umurku sudah 21 tahun.Hampir lupa, Saat ini aku masih kuliah. Dia malah tersenyum. Dan jarak umur antara kami cukup jauh juga. Waktu itu aku benar-benar bodoh dan tak tahu apa-apa. Meski sudah berusaha melakukan apa saja yaang dimintanya.Sementara itu Lidya sudah menjepit pinggangku dgn sepasang pahanya yg putih mulus. Padahal banyak kawan-kawanku, terutama yg laki laki bilang kalo perempuan itu menaruh hati padaku.Sebut saja namanya Lidya. Dan dia semakin aktif merangsang gairahku. Namun Lidya malah membalasnya dgn sinar mata yg saat itu sangat sulit ku artikan.“Kenapa kau menciumku..?” tanyaku polos. Tiba-tiba saja Lidya. Aku benci dgn suaminya. Sedangkan aku tetap diam, tak memberikan reaksi apa-apa. Tentu saja aku jadi gelagapan karena tak bisa bernapas.















