Aku berusaha menyilangkan kakiku agar basah di belahan kemaluanku tak terlihat Bang Roji. Setelah putriku tidur barulah dia ingin pulang sebentar untuk memberikan uang dapur pada istri mudanya. Bokepindo Ia cukup mengerti dengan alasan penolakan aku. Aku agak senang karena putriku sudah dibawa bang Roji jalan jalan,sebab akhir-akhir ini ia agak rewel. “Bangggg…sshhh!!!” dengusku “Jaangann kaaasarr ya bangg” pintaku. Namun aku memendamnya sebab suamiku bekerja keras dan membanting tulang untuk kami juga nantinya. Tubuh kami hanya di batasi oleh tubuh putriku. “Bang,,,jangan panggil aku Bu, panggil aja aku dik atau nama aja” kataku, “aku gak enak…apalagi abang lebih tua dariku”
“Baiklah jika begitu dik Risa” jawabnya lagi, “O ya, dik Risa, koq mas Dodo jarang kelihatan sekarang ya?” tanyanya. Aku seakan mati rasa, bayangan perselingkuhan suamiku membayangiku meski aku tidak melihatnya secara langsung. Akupun bertanya kenapa dia mau di madu.Dengan sedikit sedih dijawabnya bahwa sudah gak mungkin karena anak anaknya butuh bapak,apa jadinya nanti anak anaknya jika tak memiliki bapak yang akan menafkahinya.Apalagi Mpok Esih tidak memiliki keahlian yang bisa di andalkan untuk mencari nafkah.Lalu beliau becerita tentang asal mulanya dia terpikat pada Bang Roji yang dulunya adalah seorang preman kampung lalu menuntut ilmu dan jadi jawara.Padahal dulunya Esih sudah dilamar oleh













