Saat itu aku tak mau kalah. Kenapa? Bokep indo Katanya cowok dengan cowok ya?” tanyanya lagi. Gimana, lumayan gak ukurannya?”. Jangan lakukan itu Paman. Tok..Suara pintu rumahku diketuk. Akh… Akh.. Ia kaget dengan tingkahku. Kenapa? Dan bahan pembicaraan kami seperti tidak ada habisnya.Malam itu aku tidak bisa tidur. Hingga pada suatu malam saat ia ada di kamarku dan mulai meraba tubuhku, aku segera menghindar. Ia diam, lalu menangis. Ia kaget dengan tingkahku. Dan beberapa sepupuku yang lain, mereka sekarang juga sudah menjadi laki-laki sejati. Kami selalu melakukan hal itu saat tidak ada orang di rumah. Sedangkan aku sekarang sudah menerima siapa diriku sebenarnya, seseorang yang butuh lelaki lain yang bisa mengerti diri ini.*****Kenangan bersama mereka semua telah kukubur dalam-dalam. Ia pasrah dengan apa yang aku lakukan. Kucoba untuk cari perhatiannya lagi. Ah, belum pernah aku melakukan hal segila ini, dengan pamanku sendiri, pikirku. Kulihat dia juga tidak bisa tidur. Namun dalam batinku, ada sesuatu yang salah. Dan aku berusaha untuk melupakannya.Setelah aku pindah dari rumahku yang sebelumnya, Kakak laki-laki dari ibuku, Paman Denny (maaf, nama samaran) ikut tinggal di rumahku.















