„Cassanova. Bokepindo Warna kulit Tante putih kekuning-kuningan. Dirumah kami tidak punja uang. Dan penuh keaslian. Satu lagi jang memusingkan benakku jalah me- njangkut kesulitan pekerdjaan se-hari.2.Setelah makan pagi, baru badanku semakin sehat Aku mengambil sebuah madjalah “Selecta” d an membatja Djarang sekali aku inembatja madjalah. Satu lagi jang memusingkan benakku jalah me- njangkut kesulitan pekerdjaan se-hari.2.Setelah makan pagi, baru badanku semakin sehat Aku mengambil sebuah madjalah “Selecta” d an membatja Djarang sekali aku inembatja madjalah. /ku tidak menjediakan waktu chusus buat me.nbatja. Mangetik rangkap dengan •I helai karbon. Tinggal aku dan Sarinem berdua. Ia akan mengasuh Hendra. Senang sekali mendengar pudjian itu.Sesudah ajah meninggal dunia suasana dalamj rumah bertambah sepi. Sarinem membudjuk:,,Kau anak jang manis Hendra” katanja. Beliau menatapku dan berkata„Di.am ! Djumlah uang itu sangat besar. Tetapi tidak djuga termasuk jang paling bodoh. Sarinem mengandjurkan agar diselesaikan dikantor. Di kota Bandung udara segar. Dari bagaimana polisi memberantas para remadja penghisap gandja. Aku sedang berbaring ditempat tidur. Seterusnja Tante hidup sebagai janda. Nora Mariam akan mengerti apa maksudksudku ini. HUDJAN TURUN SUDAH TIGA HARI.















