Aku berdiri membelakangi ayahku, sambil kaki sebelah dinaikan ke sofa dan sebelah lagi di lantai. Aku diam saja, sambil terus menonton acara di TV. Bokepindo Kali ini, ia duduk berdekatan dengan aku di sofa panjang. Kira-kira sudah puluhan lembar dia buka, lalu dia berkomentar, “Seksi banget kamu Li”. Perasaanku kacau, ada rasa takut, malu, meyesal dan juga marah. Ayahku kembali melihat fotoku di laptop. Dia mulai bertanya: “Kamu foto itu pake apa?” Kamera di Hpku, jawabku sambil menunjukan Hpku. Dalam surat itu aku katakan: “Pa, Lia minta maaf, Lia sudah salah. Tetapi itu Lia foto sendiri di kamar mandi dan tidak dengan siapa-siapa. Aku menahan pantat ayahku agar benda itu benar-benar masuk semuanya tanpa sisa, lalu akupun melepaskan cairan yang dari tadi kubendung…mmmpa…..mmmpa…mmpa…rasanya vaginaku seperti membuka mulut dan mengeluarkan sesuatu. Malam itu, sehabis makan malam, ibuku sudah masuk kamar dan tidur duluan. Besok paginya aku bangun, lalu aku pergi ke kampus.Sepulangnya aku dari kampus, ada surat lagi di atas mejaku, yang bertuliskan: “Lia, kapan kamu ada waktu, papa mau bicara sama kamu.” Aku pikir dalam hatiku, papa mau ngomong ma aku, pasti jadi masalah nih. Dia mulai bertanya: “Kamu foto itu pake apa?” Kamera di Hpku, jawabku sambil menunjukan Hpku.















