Ben menyusul beber-apa saat kemudian, dan vaginaku benar-benar banjir. Bokep indo Tapi Kiki malah menanggapi serius, tangannya naik menyentuh bahu Stella. Stella diam aja.“Stella! ssshh… terus, teruuusss sayaaang… akh, nikmat, aaahhh…” erangku keenakan. Aku makin gugup.“Stell, bener ya kata gosip lo udah nggak virgin?” kejar Roni.“Kata siapa, ah…” balas Stella pura-pura marah. Tapi Kiki malah menanggapi serius, tangannya naik menyentuh bahu Stella. Aku mengerang nikmat.“Ssshh… terusss… yaaa, akh! Stella diam aja.“Stella! “Lo berdua mau bantu, nggak? Gue milik luu… aakhh…!!”“Iya sayyyaangg… gue entot lu sampe puasss…” sahut Ben sambil mencengkeram pantatku dan mempercepat goyangan penisnya. Tapi Kiki malah menanggapi serius, tangannya naik menyentuh bahu Stella. “Masuk aja kali, Stel, Lil.” Ajaknya cuek.“Ngng… nggak usah, Yud.” Tolakku. “Boleh dong, gue juga nyicip, Stell?” tanya Dio.Stella diam aja, aku juga tambah risih. Aku tahu Stella dulu pernah suka sama Roni, jadi dia membi-arkan Roni mengelus rambut dan pundaknya, bahkan tidak marah saat dirangkul pinggangnya.“Lil, lo mau dirangkul juga sama gue?” bisik Agam di telingaku. Sementara Ben menjilati leherku dan tangannya mampir di dada kiriku, meremas-remasnya dengan gemas sampai aku ke-gelian.Kurasakan genggaman kuat Feri di dada kananku, sementara Adi menjilati pusarku.















