Kami duduk bincang2 layaknya bapak dengan anak, lalu aku geser dudukku,” Boleh Hany duduk dekat Oom ” pintaku, ” Boleh silahkan “, waduh sseerrr rasanya, aku duduk disebelah kirinya dan aku baca majalah Tempo yang ada dimeja. Bokepindo Setelah pulang dari berlibur ke rumah tanteku di Tangerang yang mana nimas pergi dengan kekasihnya yang sedikit agak berumur .kalau tidak salah tafsir mungkin usianya sekitar 35 tahun, kami mulai masuk sekolah dan sudah 2 minggu peristiwa itu berlalu.Pada suatu saat sewaktu istirahat saya berdua nimas makan bakso, setelah selesai kami ber bincang-bincang, nimas menceritakan sewaktu pergi ke Bandung bersama kekasihnya yang om- om itu. Aku menyapa dengan sopan,“Sore Oom, belanja Oom” sapaku sopan, dijawab dengan lembut” iya, siapa ya?” jawabnya,“saya temen nimas Oom, lupa ya, yang diantar ke Tangerang, kerumah tante” jawabku,“Ooh, ya Oom ingat sekarang, sedang belanja juga?” “ya, Oom, disuruh ibu” jawabku, dan kami sambil jalan ngobrol biasa-biasa saja, aku pikir bagaimana caranya agar aku bisa sama2 bapak ini, lalu aku bilang“Oom, tinggal dimana?” lalu dijawabnya disuatu komplek didaerahku. Oom masih terus memainkan kontolnya yang masuk dimemekku, kali ini aku gantungkan diriku dibadan oom dan ccrreeettt, ccrrreeetttt uuugggghhhh, aaaaccchhhh aaaadddduuuuuhhhhh om, didalam memekku terasa hangat lagi kena semprot air pipis















