Aku merasa agak lelah karena sudah memuaskannya sedemikian rupa. Bokepindo akkkkuuuuu …. “Aku kan tidak pernah menyusui anak-anakku, Gus, karena ASI-ku tidak banyak. Koq dicabut, padahal aku hampir klimaks?” gerutunya sambil cemberut. Kemudian sambungnya, “Kita makan aja dulu, baru nonton. Lidahnya mulai menjulur membasahi pori-pori tubuhku seolah-olah tidak mau menyisakan se-inci pun luput dari lumatan bibir dan tusukan lidahnya yang menimbulkan seribu satu sensasi. Ah, benar-benar kenangan manis yang tak terlupakan. Mengapa Mbak….?”Kulihat ia memandangiku dengan lembut dan meletakkan telunjuknya di bibirku, “Ssstt, dengarkan kisahku sayang!”Kutatap matanya, kulihat di sana rasa sayang yang tulus. Entah nanti. Tanpa sadar aku menelan ludah beberapa kali, apalagi melihat di balik baju tidurnya ia mengenakan BH dan celana dalam warna merah hati.“Ayo masuk, jangan bengong aja di situ!” ajaknya sambil menutup pintu di belakangku. Kalau kamu tidak keberatan, lakukanlah hal itu walaupun aku sendiri belum pernah melakukannya dengan orang lain bahkan suamiku.”
Aku terperanjat mendengar bisikannya, tapi merasa tergoda mencoba hal itu, apalagi dengan isteriku sendiri pun hal itu belum pernah kulakukan. Aku takkan menyakitimu. Itu sebabnya mengapa waktu kita mendapat tugas bersama, kuminta naik kereta api agar dapat bersentuhan denganmu setidak-tidaknya beberapa jam.















