sich kamu… kan malu… akh.. Bokepindo Sar aku juga keluar.. terus Van… enak… akh… akh…” desah Lusi.“Ulp.. Dia juga datang bersama istrinya dan saat ini mereka juga belum mempunyai anak seperti aku dan istriku,maklum kami kan masing-masing baru menikah dan masih fokus ke karir kami, baik istriku ataupun istri Jay hanya ibu rumah tangga saja, sebab kami pikir kondisi itu lebih aman untuk mempertahankan sebuah rumah tangga, karena dunia kerja pergaulannya menurut kami tidaklah aman bagi istri-istri kami.Malam itu sampailah kami di kamar apartemen yang dihuni oleh Jay dan istrinya.“Hai… Jay gimana kabar kamu, sudah lama yach kita nggak ketemu, kenalkan ini istriku Lusi,” kataku.“Hai Van, nggak ngira gua kalau bakalan bisa ketemu lagi sama kamu, hai Lusi… apa kabar, ini Sari istriku, Sari ini Ivan dan Lusi…” kata Jay balik memperkenalkan istrinya dan mengajak kami masuk.Kemudian kami ngobrol bersama sambil menikmati makanan yang telah disiapkan oleh Jay dan Sari. sekali.. terus… beri aku kenikmatan.. terus… ah… ah…” desahku.“Oh Van… oh.. Van… okh… aku ke… luar… okh.. ah… ah… terus Van.. ah…” kudengar suara Sari halus.“Nggak pa-pa.. Perlahan kulihat Jay menggendong Sari istrinya dan membaringkannya sejajar di sebelah istriku di sofa panjang yang kami pakai bersama ini, kemudian Jay mulai memasukkan















