Mengarahkan diri karena takdir, dan tidak bisa menyalahkan siapa siapa, yang salah adalah penyakit yang pernah dialaminya.Demikianlah kehidupan Bahri yang telah ber-juang, berupaya, menahan segala resiko karena menyakit laknat itu. Lalu Nita mengalihkan pandangannya. Bokepindo Lalu Nita mengalihkan pandangannya. Sebuah beban pen-deritaan yang jarang ditemui insan sejenisnya.Jam dinding di kamar berdering kencang satu kali. Biasanya sebentar lagi dia pulang. sahut Nita berusaha tertawa, menghilangkan kecurigaan yang dihadapi Fachdat Dia tidak bisa ikut kesini karena kebetulan ia mendapat tugas selama tiga bulan ke Belanda….. Dimuka kaca itu ia berpikir pikir sejenak Aku butuh! Dia memang sudah mengantuk. Nanti bibi ambil dahulu….! Batang kontol itu terkulai belum berdiri Batang kontol itu terkulai belum berdiri, mata Nita membe-lalakBelum berdiri saja sudah sebesar ini, bagaimana kalau sampai tegak…? bantah Nita seraya menekan sikutnya kedada kiri Bahri. Sedangkan air mani di liang nonoknya sudah terasa mulai membasahi.Isaap….perintah Fachdat pelan. Nita yang tampak sudah tak tahan, langsung bangkit bersimpuh melepaskan rokmininya. tanya Nita kemudian. Hauf! Yang salah adalah penyakitnya.,,,*************** Senyumnya terkias dan dihelanya nafas panjang panjang.Okee…!! ujar Bahri pelan kepada Nita. Pelan pelan ia kembali mendekati kepalanya pada pelir Bahri. Nafasnya tersengal sengal, birahinya muncul berkobar kobar. Dan tak lama kemudian………….Aaaaaaaaaaaaakkhhhhhh…………Nita terhenyak jatuh di lantai kamar mandi.















