Tiba-tiba Pak Ramses menarik Umi, memaksa Umi membungkuk sehingga tubuh atasnya telungkup di meja, kemudian memelorotkan celana panjang Umi.“Ampun Pak… Jangan Pak…” Umi takut sekali membayangkan apa yang akan terjadi berikutnya, dia tak menyangka Pak Ramses akan setega itu…tapi hal yang dibayangkannya belum terjadi.PLAKK!“Auw!”Bunyi tangan menampar pantat bergema memenuhi ruangan kecil itu. Bokep indo Umi hendak bekerja dari ujung ruangan, jadi dia berjalan ke balik meja kerja Pak Ramses, dan mulai dengan menyapu abu rokok di kolong meja. Tentunya gedung itu saban hari penuh dengan karyawan; pikir Umi, rasanya lebih baik kalau dia bisa menarik perhatian salah satunya. Kau—”Emosi Pak Ramses memuncak dan dia tak sanggup lagi membendung amarahnya. “Ahh!” PLAKK! Apa kau tahu aku pusing seharian bikin laporan itu! Umi malas menanggapi Karman, dan kembali ke kesibukannya memoleskan lipstik ke bibirnya.“Heh!” terdengar dampratan bernada sewot dari sebelah mereka berdua. Ruangan Manajer Produksi berisi meja tempat Pak Ramses bekerja, membelakangi jendela besar yang memperlihatkan pemandangan kota dari lantai empat. “Awas jangan kau berani gigit! Dirasakannya barang keras dan panas menempel di bibir vaginanya… apakah yang dia takutkan akan segera terjadi…Sampai tadi siang, Umi masih membayangkan bahwa dandanannya dan gaya centilnya bisa memikat satu dari banyak laki-laki tampan, baik hati, dan kaya di















