Bbbooyy… Bbooyy… ah..ah.. crep..crep crepp… crepp…. Bokepindo ssu..ssud…. Hampir lima belas menit aku menunggu, tapi isakan Bu Indah belum berhenti juga. disedot-sedot… rasa geli itu semakin kuat… makin kuat…. aaahhhh….. crep.. tarik…. geliiii…. mundur… lalu berputar.. mulutnya mulai terbuka… nafasnya mulai memburu…. “, pikirku.Diam-diam kucopot kancing celanaku satu per satu, kubuka seluruh penutup tubuh hingga telanjang bulat…. ntar… Ibu.. cantik… terus.. crep.. aww… oohh….. pokoknya aku berhasil menyetubuhinya dan aku benar-benar puassss.Tanpa berkata sepatah katapun, aku memakai celanaku kembali, langsung membereskan buku catatan les Matematikaku, bersiap untuk pulang. membuatku terpejam sejenak… nikmat….Kulihat kepala Bu Indah mengeleng-geleng dengan kuat… rintihannya menjadi tidak jelas.. mmmhhmmm… mmmhhmm…..”, desahannya makin keras… seperti merintih kesakitan… tangannya terus menggapai tanganku. dan ini… ” kataku sambil menunjuk dadanya dan mengusap-usap memeknya. Kamu siapin aja dulu bukunya..sambil baca-baca, Ibu mau mandi dulu sebentar.. Aku yakin sebentar lagi dia tidak akan merasa kesakitan…. Kurang lebih setengah 4 aku sudah berdiri didepan pintu rumah Bu Indah dan belum sempat kuketuk pintunya guruku sudah membukakan pintu.“Sore Bu,” sapaku berbasa-basi.















