emm..”, Nia mendesah sambil mulai memasukkan jemari ke dalam mulut kecilnya. Kedua pahanya terpentang lebar dan jari tengahnya melesak menerobos di antara lembah bibir-bibir kewanitaannya. Bokeb Oh, kedua putingnya ternyata sudah mengeras. Ini tanggung jawab Nia, lho!”. Naik turun tanganku semakin cepat, semakin cepat, dan semakin cepat. “. Perasaanku bercampur aduk antara cemburu, sebel, ingin marah, tetapi aku tidak tahu harus aku tujukan kepada siapa. Mas, Nia nikmatt.. Setiap kali aku mereMas, setiap kali pula gelegak itu bagai hendak meluap keluar. Bukan saja karena Tania tidak mau melanggar komitmen untuk tidak menggaguku di rumah, tetapi juga karena ia sendiri merasa sungkan bila ternyata telphonenya nanti diangkat oleh orang lain di rumahku.Siapa orang itu dan apa kata orang itu nanti, kalau ia sampai mencari-cariku ke rumah?Kini, ketika matanya tak juga mampu terpejam tidur, ia menyesal kenapa tak memberanikan diri mengkontakku tadi siang.















