“Gak tidak sedikit mbak mo minjem segitu?, terus terang saya keberatan, kayaknya yg kemaren2 telah cukup..” Ujarku mengawali kembali pembicaraan. Bokep indo Dirinya menanti jawabanku dengan putus asa. Kami terkesima dengan nafas tersengal. “Hhhh…” Aku menghela nafas berat. “Mbak rela ngelakuin apa aja den supaya den percaya mbak mau balikin uangnya..”Sergahnya. “Walah..mbak..mbak..yaa telah saya ambil uangnya sebentar, tapi janji yah dikembaliin secepatnya”aku berusaha menyudahi perbincangan ini. ” ..nafsu laki2 mbak..liar..kadang gak dapat kontrol..”Jawabku. Aku juga makin tidak jarang menghabiskan waktu di luar bersama kawan2 di akhir pekan. “Saya mau jalan dulu ya mbak, ada agenda kawinan anak kantor..siang baru pulang..”
“Nggih den….monggo..” Jawabnya. Aku meraih uang itu, melipatnya,kemudian memasukanya ke dalam kantung dasternya. “Makasih den..nanti aja, mbak mau selesai2 cucian pakaian dulu..” Jawabnya. My gosh, aku baru saja menodai perempuan ini. “Hehe..untuk den Agus gratis aja..lha uangnya kan dari aden jg..”
“Yaa gak boleh gitu mbak, bisnis tetep bisnis..”Jawabku. Tanganku telah kesana kemari meraba tubuhnya, jemariku lincah menggosok2 kurang lebih selangkanganya. “Saya ini laki2 mbak, kelak kalo saya minta macem2 gimana..”Lanjutku mulai berani. “Jgn berpikir gitu..saling bantu wajar aja mbak..”
“Yo wis, kelak tidak bilangin sama bunda mertua, dirinya tentu seneng..”
“Iya mdh2an jalan mbak..semangat yg penting..”Jawabku.















