Pak Nono pun tidak meneruskannya beliau mencium bibirku dengan lembut sambil berkata, Bapak tidak akan mengambil keperawanan kamu. Aku tetap kesakitan dan berteriak hingga aku meneteskan air mata. Bokepindo Aku yang sudah lupa segalanya menurutinya.Aku mulai menjilati dan mengocok-ngocok penisnya di mulutku. Pak Nono membawakan aku piyama putrinya, beliau menyuruhku untuk mengganti bajuku di kamar putrinya. Ohhh sayanggg pinter iseppp teruss ohhh iseppp sayangg ohhh desahan Pak Nono membuatku semakin gila, dan Pak Nono berteriak keras.Ahh.Crot crott.. Aku tetap kesakitan dan berteriak hingga aku meneteskan air mata. Pak Nono mendorongku hingga aku terbaring di lantai permadani, sambil terus menciumi dan menjilati wajahdan leherku.Dengan lincah tangan-tangan Pak Nono kurasakan sedang bermain-main di atas dadaku, beliau membuka kancing piyamaku. Ciumannya turun ke perutku dan Akhhh aku menjerit keras saat kurasakan lidahnya menjilati selangkanganku. Pak Nono berdiri melepaskan pakaiannya hingga telanjang. Belum selesai dengan kenikmatan yang aku rasakan Pak Nono meneruskannya dengan menghisap susuku seperti bayi.Aku menggelinjang kenikmatan, ahhh birahiku semakin naik. Beliau mencoba memasukannya lebih dalam tapi aku berteriak. Aku hanya tersenyum sekaligus kaget.Entah kenapa Pak Nono mengelus-elus rambutku yang masih basah, aku pun hanya terdiam karena kaget dan tak kuasa menolaknya.















