“Beli.. “Trus.. Bokep indo Rene merasakan nafasnya mulai memburu. Dilihatnya matahari yang sudah naik tinggi di atas kepalanya. ah.. Tanpa dapat ditahannya, Rena tertawa, “Ihh.. lupa sama adiknya! “Makan yuk.” Rene memperhatikan Rena menyantap paha ayam itu dengan penuh perhatian. Otot-otot keningnya menegang. Rina.. Rina tersenyum melihat ekspresi kekasihnya.Rene merasa sakunya bergetar. ah.. Kehangatan yang mereka rasakan saat itu membuat kaca mobil mengembun, dan mengingatkan mereka akan seseorang yang dengan sabar menunggu kedatangan McDonalds pesanannya di rumah tanpa curiga. lupa sama adiknya! Tangannya menggosok permukaan mobil itu dengan cermat, sesekali menyeka peluh yang keluar dari dahi dan pelipisnya. yang beralih menjadi bayangan api kemarahan dan kesedihan yang terpancar dari nada suara gadis yang beberapa menit lalu masih bercakap-cakap dengannya. Rina mengulurkan tangannya ke kotak tissue yang ada di jok belakang, mengambil segenggam tissue, menghisap penis Rene sekuat tenaga, mengeluarkannya dari mulutnya, dan menutup bibir penis itu dengan tissue. mana Papa Mama nggak ada, lagi..” nada suaranya terdengar

