Cukup sepong saja!”, aku menolaknya. Bokep indo “Aaaargggggghhhh….”, rintihku kesakitan. Ia memelukku erat, hingga ia benar-benar tidak tahan lagi. “Hmm, pakai kondom aja deh klo Kiki takut…”, katanya lalu ia bangkit dan mencari kondom di laci mejanya.Antara ketakutan dan sedikit lega, paling tidak Candra tidak bisa menghamiliku jika ia menyemprotkan spermanya di dalam liang vaginaku. Candra pun terlihat menikmatinya, dengan senyum cabulnya ia mulai menggerakkan bokongnya hingga penisnya terasa memompa di dalan liang vaginaku.Air mataku tidak berhenti menetes, sakit terasa hatiku bagai disiram air comberan, aku resah, aku malu, aku merasa jijik. “Ayo lepas semua!”, perintahnya memintaku membuka pakaianku. Aku pun sangat terpaksa. Klo video yang tadi itu buat konsumsi umum!!!”. Video yang ia tunjukkan itu adalah video hubungan seks ku bersama Mas Wahyu. Aku tidak begitu mengenalnya, namun aku pernah melihatnya berseragam anak kuliahan. Kamarnya sedikit berantakan, tidak ada tempat duduk selain berduduk di kasurnya. Pikirku daripada Candra nekad mengupload video itu, lebih baik aku menurutinya saja. Inilah sepenggal kisahku, semoga pembaca dapat mengerti posisiku.Namaku Kiki, aku mengenal seorang pria yang bernama Wahyu, saking dekatnya kami, aku sudah menganggapnya sebagai pacarku, bahkan aku sudah membiarkannya meniduriku.















