Erik melihatku dengan penuh nafsu. Bokep indo Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. Aku tidak akan pernah membencimu Maria..”
Pelukan Erik semakin erat. Teriakan kepuasan dari wanita itu pun membahana di seluruh ruangan. Celana dalamku juga akan dilepasnya. Bosan dengan posisinya, Erik membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup. Aku memilih untuk diam. Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Dan semalaman dia tidur sambil memelukku dengan hangat. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. “Halo.. Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu. Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Aku mulai sedikit meronta sambil berteriak. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.” pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu.















