Yang tak wajar adalah, Syeni memejamkan mata seolah sedang dirangsang !Memang ada sedikit benjolan di situ, tapi ini sih bukan tanda2 kangker.“Yang mana Bu ya .” Kini aku yang kurang ajar. Syeni kontan membisu. Bokepindo ini ..bukan Bu . Perlahan pula aku menurunkan rok pendeknya. Lidah yang lincah dan ahli menelusuri rongga-ronga mulutku. Pasien bervariasi umur dan status sosialnya. udah baikan”
“Udah Dok. Ternyata BH-nya dimasukkan ke tas tangan.“Kok BH-nya engga dipakai ?”
“Entar aja deh di rumah”.“Entar curiga lho, suamimu”
“Ah, dia pulangnya malem kok, tadi nelepon dari kantor”Dia mengancing blousenya satu-persatu, baru memungut roknya. Wajar juga kalau nafas Syeni sedikit memburu. deh . Syeni kontan membisu. Emmm ..” Diam. Dan Syeni kulihat senyum tipis.“Ada di mobil” katanya menjawab kebingunganku mencari CD hitam itu.“Kapan melepasnya ?”
“Tadi, sebelum turun .”Kupelorotkan roknya sampai benar2 lepas .. Terdengar orang itu keluar lagi.Tak bisa diteruskan nih, reputasiku yang baik selama ini bisa hancur.“Udah Bu ya . Syeni memungut BH dan blouse-nya yang tergeletak di lantai, terus mengenakan blousenya, bukan BH-nya dulu. Sejenak aku bimbang, kuteruskan, atau tidak.Kalau kuteruskan, ada kemungkinan aku tak bisa menahan diri lagi, keterusan dan ,,,, melanggar sumpah dokter yang selama ini kujunjung tinggi.















