“Kamu cantik ya Maria? Dan lagi, sekarang.. Bokepindo Aku tidak mau bergerak juga, seolah-olah aku sengaja ingin ditemukan oleh Erik. Hatiku terasa sakit dan ngilu. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi. Kenapa? Hari itu, aku mulai merasa bosan di rumah dan Erik belum pulang dari kantor. Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Erik mulai meremas-remas payudaraku yang belum tumbuh seutuhnya. Kenapa??!!”
Dia melihatku dengan pandangan marah. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua. Aku pun hanya bisa tertawa, aku pun menetujuinya. Tubuh Erik mengejang, dan cairan deras pun mengalir dari ‘liang’ku. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. “Hey Maria, Erik itu ganteng banget ya? Dia sangat memanjakan aku. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Kenapa? Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya. Kamu itu perempuan apa??!! Erik kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya. “Ahh..”
Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku. Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. Kami bertiga sangat bahagia.Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa













