Dipegangnya penis ku dan mulai dikocok nya perlahan. Pelan ya”
“huum”Aku tarik nafas dalam-dalam. Bokep indo Lantai nya juga. Iiiihh ka Ris, itu nya bangun….”Sambil menunjuk ke celana, aku juga dapat merasakan. Seperti mencari sinyal radio“UUUGGGHHHHHHH aaaaaaahhhhhhh nikmaattt uuuhhh. Tapi Ochi penasaran. Tetapi terlalu childish karena gantungan tersebut serba berwarna pink. Petualangan kami, masih berlanjut.“Ka Riiiiiiiiiiiissssssssss………”Tiap hari. Udah males Ochi sama dia”
“ya udah. Sexy banget”
“Ka Ris juga. Huuu ngaku-ngaku. Naik turun. Tapi enak nya banget jadi ga berasa sakit lagi. Sama-sama. Lantai nya juga. Lemes bgt.”
“ohh ya udah. Nafas kami memburu. Hans ini Ochi”
“Ohhhhhhhhhhh ini Ochi toh. Aku terdiam.“udah ah, Ochi liat apa sih. Dari tadi penis ka Ris dianggurin. Permisiii.”
“Ya de? Tapi hendak seperti apapun kenikmatan pasti akan menjemput. kamu serius Chi? Yg kenceng. Ya udah Ochi ke kamar dulu ya ka.”
“Oke deh. Hayo ngakuuu”
“Ah nggaaaa. Siapa tau dia lebih baik dari Ochi. Ihh tuh ka Ris gimana sih minum teh nya sampe netes ke celana deh. hehe”
“duduk di situ yuk. Siaapp”Sudah tiga bulan, hampir empat bulan sepertinya aku tinggal di kosan ini. Ganggu orang asik aje. Padahal belum tegang ya ka.”Nyesss. Nanti kalau sempat, bapak akan ke sini.”
“Baik bu. Enak banget”
“Udah ga sakit sayg?”
“Sedikit ka. Hampir setiap hari dia minta, lama-lama















