“Kamu udah banjir yaa?” goda Tuti. Pendek kata Shanti seorang gadis yang sedang tumbuh mekar dan selalu dikagumi setiap pemuda dikampungnya. Bokepindo “Bisa macam-macam apa sih, Mbak?” tanya Shanti.Tuti memandangnya sambil menimbang. Uuuhh.. Ngewe itu enak nggak sih?” Akhirnya keluar juga. Hari ini giliran Shanti yang harus pulang lambat karena ia harus merapikan restoran untuk buka nanti malam. Shanti buru-buru bangun dan mundur ketakutan. Laki-laki juga doyan banget sama santan kita, apalagi kalo memiaw kita harum, tidak bau terasi”
“Idiihh Mbak saru ah!”
“Tapi aku yakin memiaw kita pasti wangi, soalnya kita kan minum jamu terus”
“Udah ah, lama-lama jadi saru nih” kata Shanti. Tuti mulai menciumi memiaw Shanti yang masih tertutup. “Memang.?? Mbaakk!!” Tuti tersenyum melihat Shanti melotot. Shanti berdebar. Usianya sudah 17 tahun dan ia tak dapat lagi meneruskan sekolahnya karena orang tuanya tidak mampu. Gadis secantik kamu pasti banyak yang naksir” kata Tuti sambil memandang Shanti. Tuti tertawa. Shanti merinding dan roknya terangkat ke atas, Shanti memejamkan matanya. Tuti mulai menciumi memiaw Shanti yang masih tertutup. Anu.. Banyak orang dikampung yang diam-diam mengetahui sejarah kelam Tuti dan banyak juga yang mencoba hendak memanfaatkan dia. Mbak jorok nih” desis Shanti.















