Bayangkan saja, ada cowok berbadan besar (bagi mereka saya termasuk berbadan besar), berambut panjang diikat, pakaian hitam-hitam dan bermata merah serta bau alkohol. Setelah membayar 5000 yen tiket (all you can drink) kira-kira 400 ribu rupiah, kami memasuki hall seluas lapangan voli yang penuh orang joged berjajar rapi (khas Nippon). Bokep India Kiko tampaknya senang, saya sudah menyelamatkan dia. Salah satunya sempat bilang, “Salam buat orang rumah, mas!”
Belum sempet saya menanggapinya, cewek putih, sexy, berambut panjang itu sudah menyapa laki-laki berjas lain. Inilah gadis Nippon modern yang di kala siang bekerja giat sebagai perawat berpenampilan bidadari. Dia tengah dikelilingi 3 CBL (cowok bertampang loser) yang berjoged. Si Jendral jelas siaga perang. “Kore wa nana ju go pasento!”, kata bartender. Tahu kan?Kiko memelorotkan celana dalamnya lalu duduk kencing di kloset. Dari stasiun Namba, saya langsung ke Ebisucho dan berjalan cepat menuju Sony Plaza Tower.















