Dia mengetahui perubahan pada diriku. Bokeb Waktu itu aku sangat berdebar-debar dengan pikiran yang tidak karuan. Dia sangat sabar dan dia pula yang membuatku untuk mulai “bertobat” dari segala kenakalanku. Malam itu (atau lebih tepatnya pagi dini hari) kulewati dengan makan bersama Jeanne (masakannya enak lho!) dan aku menginap di apartemennya.Pagi itu aku bangun dengan pikiran yang berkecamuk. Aku berubah karena Yo.Hingga suatu hari, aku mendengar kabar yang sangat mengejutkan dan membuat tubuhku lemas dan aku sempat mengalami pukulan yang telak. Aku bisa merasakan hembusan napas halusnya. Setelah kutunjukkan kemampuanku pada semester pertama kuliah, akhirnya semester berikutnya aku mendapatkan beasiswa. Kami banyak ngobrol dan aku semakin tertarik dengan dia (walaupun dengan niat cuma iseng). Yo memekik dan menangis di pelukanku. Akhirnya, dia berhasil meyakinkanku untuk “get over it” dan “get real” dengan situasiku.















