Setelahbertemu, Ami langsung mengajakku naik ke mobilnya. Bokepindo Dan ketika aku masuk, si“ujang” langsung terbangun, sebab kulihat Ami dan Fita tidak memakai pakaian sama sekali. Ternyata Ami menuju ke sebuah apartemen di Jakarta Barat. Kan nafsu gue numpuk? maklum dong, selama ini ditahan terus.” aku membela diri.“Oke deh, kita istirahat sebentar.”Ami lalu menindih tubuhku. Gue keluaar.. maklum dong, selama ini ditahan terus.” aku membela diri.“Oke deh, kita istirahat sebentar.”Ami lalu menindih tubuhku. Tidak lama kemudian Ami memanggilku dari balik pintu kamar tersebut. Faayy..!” aku mengguncang-guncang tubuhnya.“Umm.. awww.. Dari Ami, menanyakan dimana aku berada. Dan beberapa detik kemudian kurasakan hangat, lembut, dan basah pada batang kemaluanku. Emangnya Naya kenapa?”Aku menghela nafas. Berganti tangan kanannya menggenggam pangkal si “ujang”.“Dulu diwaktu pesta di rumah gue, kontol loe belum ngerasain lidah gue ya?” kata Ami, dan kemudian dengan cepat lidahnya menjulur menjilat si “ujang” tepat di bagian bawah lubangnya.Aku langsung merinding keenakan dibuatnya. Aku hanya mengamatibagaimana kedua payudara Ami yang sedang digunakan untuk memijat batang penisku.“Enak kan, Van?” Ami bertanya.Aku mengangguk. kita juga hampir sampe nih..”Aku heran. Tidak hanya itu, Fita mengosok-gosok mulut dan leher si “ujang”, sehingga sekali lagi bulu kudukku merinding menahan nikmat.Kali ini aku merasa lebih siap untuk tempur, sehingga langsung saja















