Kemudian aku mengelus punggung rara kembali. “Abis mo gimana lagi Ra ? Bokepindo Tiba-tiba tubuh rara menegang dan terguncang hebat sambil berteriak “AKHHHH….” rara mendekapku erat dan melingkarkan kakinya di tubuhku, Aku pun sudah tidak kuat lagi, tapi aku gak bisa melepaskan tubuhku dari Rara. Tubuh Rara begerak-gerak keenakan, sepertinya dia suka sekali aku menjilati dan menghisap-hisap pentilnya. Walaupun aku dah ngantuk, tapi susah sekali aku memejamkan mata.Sekitar 15 menit kemudian, Rara keluar dari kamar an menghampiri aku. “Kayaknya aku gak bantuin deh, tapi ngebuatin” jawabku sambil tertawa. Tapi coba liat sekarang, tiba-tiba dateng ke bandung, mabok, trus nginep di tempat cowok lagi” kataku.Rara cuma terdiam sambil memandangi cincin yang dipakai di jari manisnya. Rara mencubit pinggangku. “Kok gak jawab ? “Ahhh…Akhh….Aghkhh..” pekikan Rara makin keras seiring dengan makin cepatnya tusukan penisku.“Lagi sayang…lagi…lagi..” pekik Rara. Kali ini vaginanya tidak terlalu sulit dipenestrasi, mungkin karena tidak tegang sehingga cairan vaginanya cukup. lanjutku.“Jadi mau..” kata rara dengan muka pengen. Kamu tuh lagi mabok, belom sadar bener. Tubuh Rara begerak-gerak keenakan, sepertinya dia suka sekali aku menjilati dan menghisap-hisap pentilnya. Matanya kelihatan merah sekali.“Ra, kenapa nih ada disini ? Akhirnya dia tersenyum juga“Ya udah kita pulang aja ya, kayaknya kamu juga dah cape banget.”















