Ibu Tiri Yang Penuh Perhatian Menghibur Anak Tirinya

Sambil melingkarkan kedua lenganku di pinggulnya, aku mulai menjilat dan menghisap kembali cairan lendir yang tersisa di lipatan-lipatan bibir kewanitaannya.“Kau memujaku, Jhony?”
“Ya, aku memuja betismu, pahamu, dan di atas segalanya, yang ini.., muuah!” jawabku sambil mencium kewanitaannya dengan mesra sepenuh hati.Mbak Lia tersenyum manja sambil mengusap-usap rambutku. Bokepindo Bagian dalamnya juga ditumbuhi tetapi tidak selebat bagian atasnya, dan warna kehitaman itu agak memudar. Tiba-tiba saja Mbak Tia merapatkan kedua pahanya sambil menarik rambutku.“Nanti ada yang melihat bayangan kita dari balik kaca. Ia tersenyum menatap hidungku yang telah licin dan basah. Menekan dan menggerak-gerakkan kepalaku sekehendak hatinya.“Jhony, julurkan lidahmuu! Kebasahan yang terselip di antara kedua bibir kewanitaan terlihat semakin jelas. Di paha bagian belakang mulus tanpa bulu. Kadang-kadang lututnya agak sedikit terbuka sehingga aku berusaha untuk mengintip ujung pahanya. Sejenak aku berhenti menjilat-jilat sisa-sisa cairan di permukaan kewanitaannya.“Aku puas sekali, Jhony,” katanya. Telapaknya menginjak kursi. Setelah menghempaskan pinggulnya di atas kursi kursi kerjanya yang besar dan empuk itu, Mbak Lia tersenyum. Ia tersenyum menatap hidungku yang telah licin dan basah. “Kunci dulu pintu itu,” katanya sambil menunjuk pintu ruang kerjanya.

Ibu Tiri Yang Penuh Perhatian Menghibur Anak Tirinya

Related videos