Sambil terpincang-pincang, Ibu Diva membawakan segelas teh manis hangat untukku, dan duduk di sampingku. Bokepindo Dia tersenyum padaku.“Makasih, Mbak! Sejenak Ibu Diva terdiam, memandangku, mempererat pelukannya dan seakan enggan melepaskannya.“Bu, eh..Mbak, udah dong, malu ntar dilihat orang” KatakuDia pun melepaskan pelukannya, dan kami menuju ke mobil dengan keadaan Ibu Diva sedikit pincang kaki nya. habis enak dan ngga bisa nahan lagi, ngga jadi anak khan nanti?” Tanyaku“Enggak, santai saja, sayang!” Katanya manja sambil mencium pipiku“Emm..,Mbak!” Tanyaku“Apa sayang?” Jawabnya“Kapan-kapan boleh minta lagi, nggak?”“Anytime, anywhere, honey!” Katanya sambil memelukku dan melumat bibirku.Setelah kejadian itu, tiga hari berikutnya aku menikmati servis istimewa dari Ibu Diva untuk lebih mengeksplorasi ramuan kenikmatan dengan berbagai gaya yang diajarkan olehnya, bahkan masih berlangsung hingga saat ini.Pada mulanya anaknya yang kuincar menjadi cewek ku, ternyata malah mendapat layanan plus yang memuaskan dari ibunya. Konser pun berakhir, dan saatnya kami untuk pulang. Aku yang sudah naksir dengannya pun tak menolak dengan ajakan tante Diva itu. Dalam kehidupanku banyak dihiasi oleh banyak perempuan, namun kali ini aku mendapatkan sosok wanita yang beda dari yang selama ini pernah aku rasakan.













