Ibuku Tiri Membayarku Untuk Menidurinya

Mereka sudah lima tahun berpacaran dan belum tahu akan dibawa kemana hubungan itu karena orang tua Donny tak setuju dengan hubungan mereka. Harga jual Koh Joni yang miring membuat warung-warung kecil membeli untuk dijual lagi.“Yaat… lu olang siapin belanjaan Bu Haji nih…” Kata Koh Joni sambil memberi secarik kertas dengan tulisan tangan mirip cakar ayam. Bokepindo Jemari Ardayat bersarang di sebuah gundukan yang empuk, dia menekan-nekannya sambil menelan ludah.Lilyyy…. Dia ikut bangun dan melangkah menghampiri pacarnya yang sedang termenung sambil merokok.“Minta rokok kamu sayang, roko aku habis tadi.” Donny mencomot sebatang rokok yang buatnya berukuran terlalu kecil, tetapi karena rokoknya habis terpaksalah dihisapnya juga. sebentar lagi kita pulang….” Kata Donny.Sella langsung cemberut. Suara Koh Joni masih terngiang di telinganya.“Dayat…. Ardayat menerima kertas itu dan masuk ke gudang penyimpanan di bagian belakang toko sekaligus rumah Koh Joni. Pantat Sella kecil cenderung tepos seperti layaknya perempuan-perempuan keturunan tionghoa lainnya. Dan hasilnya setelah sekian generasi salah satunya adalah Lily yang kurang lengkap secara mental.Lily yang berusia 18 tahun masih berlaku seperti anak kecil, terlebih lagi secara fisik matanya agak jereng.Tetapi selain dari itu fisik Lily normal tak kurang suatu apa kecuali badannya yang kurus kurang gizi.“Oooh gituuu….

Ibuku Tiri Membayarku Untuk Menidurinya