Tapi apa yag terjadi ? Bokepindo Tapi ada satu temanku yang curiga, demikian para guru. Di hari yang cerah itu, Anisa minta aku mandi bersama di sungai yang rimbun tertutup pohon-pohon besar. Anisa minta agar aku tak usah lagi menyusul kelompok yang terpisah. Dia cuek saja, payudaranya nampak samar-samar dalam gelap itu. Aku dan Anisa layaknya seperti Tarzan dan pacarnya di tengah hutan. kan belum kawin ?” Kamu kuat ya?” bisiknya mesra. ” Lumayan sayang ?!” sahutku setengah berbisik. Kami pulang dengan mengambil jalan ke desa terdekat dan pergi ke kota terdekat agar tidak bertemu dengan rombongan yang terpisah itu. Saking lelahnya, rombongan mulai berkelompok dua-dua. Akhirnya kami terus berjalan menuruti naluri saja. Kami pulang dengan mengambil jalan ke desa terdekat dan pergi ke kota terdekat agar tidak bertemu dengan rombongan yang terpisah itu. “Maaf” katanya. kan belum kawin ?” Kamu kuat ya?” bisiknya mesra. Soalnya, acara kami itu diadakan pada awal musim hujan. “Habis bagaimana? Pada suatu liburan sekolah yang panjang, kami dari sebuah SLTA mengadakan pendakian gunung di Jawa Timur. Paras Anisa tampak anggun dan cantik sekali.















