Kemudian kami berdua masuk ke rumah dan duduk di ruang tamu.“ Temenin aku ngambil minum yuk,’ katanya selang beberapa saat kemudian.Kemudian dia mengandeng tanganku menuju dapur. Bokepindo jalan tolku sebenernya sudah ngga tahan untuk segera masuk ke dalam tempenya. Orangnya ramah, masih muda,kulitnya ngga begitu putih tapi mulus..“ Mau kemana?” sapanya sambil tersenyum.“ Mau ambil minum nih,” jawabku sambil jalan melewatinya.Tiba-tiba ada benda yang menyentuh kemaluanku, seperti solah-olah disentil.Akupun tengok sana,tengok sini..siapa yang tadi baru menyentuhku?…Aku jadi bingung..ga ada orang lain disitu selain kami berdua.Aku menengok kebelakang dan melihat mba Ani sedang tersenyum-senyum melihatku.“Nyari apa?” tanyanya sambil tersenyum manis. Jawabku.“ Ga papa kok, dia pulangnya paling jam 12 maleman “.“ Besok aja yach, di rumahku, besok aku kan libur sekolah, datang aja jam 7 setelah bapak dan ibuku berangkat kerja” kataku. Orangnya ramah, masih muda,kulitnya ngga begitu putih tapi mulus..“ Mau kemana?” sapanya sambil tersenyum.“ Mau ambil minum nih,” jawabku sambil jalan melewatinya.Tiba-tiba ada benda yang menyentuh kemaluanku, seperti solah-olah disentil.Akupun tengok sana,tengok sini..siapa yang tadi baru menyentuhku?…Aku jadi bingung..ga ada orang lain disitu selain kami berdua.Aku menengok kebelakang dan melihat mba Ani sedang tersenyum-senyum melihatku.“Nyari apa?” tanyanya sambil tersenyum manis. “ Orangtuamu mana?” tanyanya. Kurebahkan tubuhku di atas tubuhnya yang















