Aku melihat dia meremas kuat sprei kasurnya.“uuhh enak banget, aku mulai goyang ya sayang’ kataku, dan Vanipun kembali mengangguk sambil tetap terpejam dan menggigit bibir bawahnya.Akupun mulai menggoyangkan badanku, kami melakukannya di posisi itu hingga aku berejakulasi diperutnya.“Makasih ya sayang udah ijinin aku jadi yang pertama” Aku mengecup kening dia, dia terlihat seperti menangis karena disela matanya yang terpejam aku melihat butiran air mata.“Iya sayang, aku percaya kamu kok. Ya, namaku Rian. Bokepindo Aku pergi bersama 2 sahabatku, Rio dan Rendi.Rio ini sahabat ku sejak dari SD sedangkan Rendi,aku baru mengenalnya saat mulai kuliah saat kita sama-sama dikerjain waktu OSPEK dulu. Menandakan dia masih perawan.Kemudian aku memandang Vani dengan pandangan yang seolah meminta. Sebenarnya aku ini terkenal cuek, ya karena aku mungkin terkesan ngomong seadanya saat diajak bicara oleh orang yang baru ku kenal. Vani ini baru semester 5 namun berbeda jurusan juga denganku. ” tanya Rio“gua ayam bakar kuy” jawabku“gua soto aja yo” jawab Rendi“ya udah bentar gua pesen dulu yak” kata Rio sambil memesan“gimana persiapan magang lu yan? Aku gesek-gesekin disini ya” Ucapku sambil menempelkan penisku di permukaan vagina Vani, kulihat Vani hanya terdiam.Akupun mulai menggesek-gesekan penisku di permukaan vagina Vani, mulai dari gerakan naik turun, kiri-kanan dan juga













