” Manto duduk sini aku mau bicara denganmu ” suaraku penuh penekanan dengan nada memerintah. Bokepindo Dia baru mulai bersikap formal dengan memanggilku ‘bu’ apabila dalam situasi-situasi tertentu saperti dlm rapat atau didepan atasanku. Sesaat kemudian dengan perlahan dia mendaratkan bibirnya mengecup punggung kakiku. “Ah thats enough hen..aku sih mending diam ajalah ..kecuali benar2 ngeliat di depan mata kepala sendiri” Kataku, ingin segera menyudahi pembicaraan ini karena aku merasa bersalah sudah membayangkan Diana melakukan perbuatan itu. “Kebetulan aku lewat dan melihat ruangan ibu masih terang…ibu masih lama disini?” suaranya datar dan sopan. “Tapi kayaknya benar tuh..akhir-akhir ini mereka suka keluar makan siang berdua dan selalu nggak mau gabung kalau diajak makan bareng sama yg lain”. ‘Widya..go back to work!’ Ah si peri manis kembali berbisik di telinga kananku mengingatkanku agar kembali ke pekerjaanku. Bramanto memperbaiki posisi duduknya. Kenikmatan yang menerobos jauh ke dalam liang senggamaku hingga membangkitkan sensasi indah di sekujur tubuhku. Terasa bagian tengah celana dalamku yg masih terlapis pantyhose mulai basah. Itu merupakan salah satu kebiasaanku karena aku tidak mau ada sesuatu yang tercecer atau tertinggal hingga membuatku repot di hari berikutnya. Bramanto masih terbengong-bengong menatapku dengan ketika aku meninggalkan ruangan kantorku untuk segera pulang ( menurutku apa yang















