Dan aku tertawa2 kecil. “Wah hebat. Bokepindo Tia diam menatapku. Susunya kecil dan bibir memeknya tidak tebal ditutupi bulu-bulu halus. Aku setuju saja. Saat memotret memeknya, kubilang juga bahwa memeknya tidak lebih menantang. Akhirnya kubalikkan tubuhnya sampai terlentang kembali, aku merayap diatasnya. Aku kembali ke kawanku diwarung. “Iya. Dirinya timbul lagi di gerbang sekolah dan minta aku bantu dirinya untuk buat gambar. Tia memandangku. Saat meliput pertandingan basket putri, aku menonton salah satu pemain lawan mirip dengan perempuan yang di gambar mesum. “Kayaknya susunya tidak lebih menantang”, kataku. “Ah..ah..kok.. Aku mengikutinya. “Kamu bisa gambar ini dari mana?”, tanyanya. Tia tertawa,
“Jemur dulu pakaianmu. Akhirnya kuberanikan diri kuayun semakin menerus jadi penisku keluar masuk memeknya berulangkali. “Iya”, Tia menyahut. Guru Biologi memberi kami tugas untuk meringkus kodok, mencari kepompong, meringkus kupu-kupu alias memotret 5 tipe kupu-kupu. Gambar itu waktu kampusnya lagi libur”, Tia menjawab. Kelihatannya tidak sama dengan kupu2 sebelumnya, maka kuikuti kupu-kupu itu dan kucoba gambar. Aku diantar ke bukit itu, namun kawanku tidak mau ikut-ikut naik bukit, capek katanya. ,,,,,,,,,,,,,,,,, Saat telah berakhir aku menonton tetap ada sisa tiga film.















