Dengan masih pura-pura tidur, aku menggeliat ke samping hingga selimutku pun tersingkap. Sehingga bagian bawahku sudah tidak tertutup apapun, sementara karena bangun tidur dan belum sempat ke WC, kemaluanku sudah mengeras sejak tadi. Bokepindo Sejenak kami berpandangan, dan aku mulai mendekatkan bibirku pada bibirnya. Penny’ku ku dekatkan ke bibir ‘Veggy’nya, ku elus-elus sebentar, lalu aku mulai selipkan pada bibir ‘Veggy’ pembantuku ini. Di kamar tidurku, kamar tidurnya, kamar mandi, ruang tamu, ruang makan, dapur, garasi, bahkan dalam mobil. Kuperhatikan dengan lega tidak ada penyesalan di wajahnya, tetapi kulihat kepuasan. Dengan muka sedikit malu, Lia tetap tertidur disampingku di sofa tersebut. Masih dengan topik yang sama, akupun mengajaknya ngobrol sejenak, dan mendapat respon yang baik. Ya ampun, handukku tersingkap dan ‘Mr. Untuk menutupi rasa malunya, diapun hanya mengangguk membolehkan. Lalu aku katakan bahwa dia harus memotong bulu ketiaknya jika ingin BBnya hilang. Hingga terpampanglah buah dadanya yang berukuran cukup besar dengan puting besar coklat muda. Tidak lama kemudian aku perhatikan dia berkata sesuatu, pamitan, dan perlahan meninggalkan rumah. Aku perhatikan matanya berkali-kali melirik ke arah ‘Mr. Sudah seperti layaknya suami dan istri, kami seakan lupa dengan segalanya, Lia bahkan mengerang minta ‘Mr. Duduknya sangat sopan, jadi tidak satupun celah untuk melihat ‘perangkatnya’.















