Naik dan turun hanya itu yang kulakukan. Aku hanya terdiam, aku tidak berani bergerak. Bokep indo Kulihat mereka menaiki bus bertuliskan IKIP di pinggirnya. Aku langsung membaca dan tak mengerti apa maksud dari tulisan itu.Akhirnya bus itu pergi dan saat itulah saat terakhir aku melihatnya. Walaupun mataku tertuju ke pesawat televisi, tapi aku dapat melihat dengan jelas betapa dia dengan santainya membuka baju seragam kuliahnya, jantungku berdebar keras. Aku terjatuh di sampingnya, aku puas! Aku langsung membaca dan tak mengerti apa maksud dari tulisan itu.Akhirnya bus itu pergi dan saat itulah saat terakhir aku melihatnya. Belum sempat aku bergerak, Lisa menjatuhkan tubuhnya di atas tubuhku, buah dadanya yang sangat keras menindih dadaku.“Kamu suka, ya?” aku mengangguk. Tapi ketika batangku menyentuh bibir lubang kemaluannya, “Crot… cret… creeett…!” Kembali aku meraih puncakku, dia pun tersenyum. Tak lama kemudian, telapak tangan lisa yang hangat meraih pergelangan tanganku. Kuturunkan CD-nya perlahan, kulihat sekilas rumput kecil yang menutupi celah surganya. Nafas kami saling memburu. Dalam perjalanan kulihat Ibu Lisa. Aku langsung membaca dan tak mengerti apa maksud dari tulisan itu.Akhirnya bus itu pergi dan saat itulah saat terakhir aku melihatnya.















