Sekali-kali dia membalas tatapan mataku. Bokepindo Dengan buru-buru saya menjawab telepon tersebut, rupanya hari itu Vivi ulang tahun dan dia bermaksud mengundang saya untuk makan malam. “Mana… mana…?” tanya Al. Kesedihan yang tidak saya ketahui alasannya dan kekaguman yang saya kira ditujukan ke saya(Buat para petualang yang belum berpengalaman, saran saya adalah memperhatikan tatapan cewek di mana saja kalian berada. Menurut saya Vivi agak kurus.Tindakan saya ini rupanya memberikan kesan yang sangat mendalam pada Vivi. Belahan bajunya yang begitu rendah memamerkan kulit dadanya yang putih bersih. Akhirnya saya tahu bahwa dia belum punya cowok. Hampir setiap minggu saya nongol di kost-nya dan kita sering makan dan nonton bareng.15 Maret 1999 jam 17.00, saya sedang bekerja di kantor saya yang berlokasi di daerah Sudirman. Dia tersenyum.. Saat itu entah bercanda atau tidak Andi menjawab, “Gua lebih baik kehilangan seorang temen daripada kehilangan Vivi…”Part 2: Kala cinta mulai bersemiMalamnya sekitar jam 9, saya langsung menelepon Vivi. Lumayan juga pikir saya, tetapi dibandingkan Vivi.., masih mendingan Vivi… Jadi saya putuskan untuk tetap fokus pada Vivi.Dalam sekejap ruangan tersebut penuh dengan suara keempat cewek tersebut.















