‘Saya di kamar nomor 14, cepetan’, cuma itu isi dari smsnya. Bokep indo Kost kami dua lantai, pria di lantai bawah dan wanita di lantai atas. Hatiku benar-benar hancur, kini ada seorang pria lagi yang sudah melihat tubuhku ini. Benar, itu sms dari Chandra. Aku tidak berani, aku sempat berpikir harus pindah kost, namun ku pikir ulang mungkin Chandra akan mendapatkan alasan untuk mengirim videoku di dunia maya ke aeluruh jagat raya ini.Ku coba tenangkan diri dan tidur di sore itu. Aku segera menutupi kedua buah susu ku yang kecil dengan tanganku, sambil menangis aku menggeleng-geleng, berharap Dwi tidak termakan ajakan Candra. Aku pun sangat terpaksa. Besok mungkin aku harus menyiapkan rencana untuk pindah dari kost ini, bahkan kalau bisa harus pergi dari kota ini sebelum Candra kembali mengerjaiku. Wajahnya aneh, berperawakan kurus kerempeng, dengan kacamata tebal, kulit putih dan rambutnya yang sedikit kribo, seperti seorang kutu buku. “Aaaargggggghhhh….”, rintihku kesakitan. Kost kami dua lantai, pria di lantai bawah dan wanita di lantai atas. “Hahaha, enak saja…”, jawabnya membuatku sangat-sangat marah, ingin sekali aku melempar laptopnya itu. Sedikit penasaran aku akhirnya memberanikan diri untuk keluar dari kamar kost ku dan coba turun ke bawah.















