Aku cuma diam saja. Tak lama, Pintu apartemen Rei pun terbuka dan masuklah tujuh orang yang tidak aku kenal. Bokepindo Aku merasa bahwa muka dan badanku mulai memanas, aku tidak tau apakah itu reaksi dari bir atau sorotan sorotan mereka. Rei pun segera bercakap cakap dengan mereka sementara aku masih di dapur menyiapkan makanan. Hanya percakapan kecil yang terjadi, ternyata dia minta dibelikan beberapa botol bir. Kumulai dengan mencium kepala kontolnya dan menjilat jilat batangnya yang sudah tegang. Ketika aku memberi dia deep throat, Rei pun segera melenguh panjang dan menembakkan air maninya ke mulutku yang langsung kutelan. Aku masih bingung dengan itu, tapi ketiga orang yang belom mengentotku segera mengeroyokku. Aku cuma diam saja. Tak lama kemudian aku pun orgasme lagi dan lagi. “Auw” jeritku ketika Rei memukul pantatku sambil ketawa. Kemudian, aku mulai membubuhkan make-up tipis di mukaku. Aku pun segera mengeluarkan mentimun itu dari memekku. Kan hari sabtu, masa di rumah aja sih?” Si Rei pun nyerocos. Mereka mengentotku dengan nonstop. Gimana? Ketika aku sedang mencari cari liquor kesukaanku, Hp ku pun berbunyi lagi. Tapi kali ini TUJUH orang.















