Aku tak tahu. Endah akhirnya mengeluarkan cairan putih kental dari vaginanya yang langsung ku jilat dan tak ku biarkan tersisa mengingat cairan ini adalah darah dagingku sendiri.Setelah cairan tersebut habis ku jilati. Bokepindo Aku semakin tak karuan. Namun jika tidak, aku akan bernafsu pada setiap wanita cantik dan montok yang aku temui.Seperti wanita yang duduk di sebelahku ini saat di dalam bus menuju rumah orang tua ku. Wajar, kami kan lahir dari rahim yang sama.Kibasan angin pada jilbabnya membuat payudaranya semakin terlihat jelas. Aku tidak memperdulikan rasa laparku meskipun aku belum makan. ‘Pepaya’ sebesar itu bagaimana cara meremasnya? Ku hentikan aktifitasku di kamar mandi, ku naikan kembali celanaku lalu keluar dari kamar mandi.“Kalau belum makan itu ada sayur di meja makan” kata adikku sambil merapihkan posisi baju yang akan di setrika.“Kamu belum punya momongan juga ya, ndah?” Kataku tak menghiraukan tawarannya sambil melangkah ke belakang adikku.“Ya namanya juga belum rejeki, mas” jawabnya sambil terus menyetrika. Namun payudara sebesar itu ditambah lamanya aku tidak berhubungan badan maupun masturbasi membuat aku ingin bersetubuh dengan orang yang jika situasi normal maka aku tidak akan bernafsu.Setelah rokok ku matikan, minuman ku bayar aku meneruskan perjalananku menaiki bus dalam kota.















