Yes. Bokep Cina kata wanita setengah baya itu.Aku tengkurap. Ayo..!Aku masih diam saja. Masih terasa tangannya dipunggung, dada, perut, paha. Aku menggelepar.Sst..! Akumakin membenamkan wajah di atas tulisan majalah.Halo..! Sengaja kuperlihatkanagar ia dapat melihatnya. Iatersenyum. Ah. Ah bodoh. Di balik kain tipis, celanapantai ini ia sebetulnya bisa melihat arah turun naik SiJunior. Wajahku mulai panas. Ah bodoh. Lalu dikocokkocok sebentar.Aku memegang teteknya. Dadaku tibatiba berdegupdegup.Bang, Bang kiri Bang..!Semua penumpang menoleh ke arahku. Dadaku berguncang. Saya bisa masuk angin. kata wanita setengah baya itu.Aku tengkurap. Bibirku melumat bibirnya.Jangan di sini Sayang..! Nampak ada perubahan besar pada Wien. Wanita setengah baya itu merenggangkanbibirnya, ia terengahengah, ia menikmati dengan mataterpejam.Mbak Wien telepon.., suara wanita muda dari ruangsebelah menyalak, seperti bel dalam pertarungan tinju.Mbak Wien merapihkan pakaiannya lalu pergi menjawabtelepon.Ngapaian sih di situ..?















