Aku langsung berdiri walau nyeri sedikit bertambah. Bokep Thailand Setelah beberapa saat, barulah ia membuka matanya tersebut.“Tante! LUKAS!” jerit tanteku begitu membuka kamar pintuku. Obatin tuh keseleo kamu. Tante pikir kamu baru selesai kuliah online-nya,” kata tanteku sembari terkekeh.“Ya emang baru selesai, Tan.”“Maaf deh. Namun saat aku akan naik ke tangga, aku melihat tanteku itu yang sedang melangsungkan_video call_dengan pamanku.“Eh, ada Lukas tuh. Toh nanti di depan kamera, bagian kakiku gak bakal kesorot kok.Setelah memastikan bagian atas diriku sudah rapi dan bersih, aku menyalakan laptopku. Nanti aku kasih balsem aja.”“Kalau perlu, minta aja bantuan sama tantemu. Kuhapus semua kotoran-kotoran yang menempel di mataku. Tante pikir kamu baru selesai kuliah online-nya,” kata tanteku sembari terkekeh.“Ya emang baru selesai, Tan.”“Maaf deh. Namun karena kesadaranku belum terkumpul seutuhnya, maka pandanganku agak sedikit memburam. Lupakan aja,” kataku dengan cuek.“Tapi jujur aja, punya kamu gede juga loh, hihihi…”Aku hanya geleng-geleng kepala mendengar penuturan tanteku ini.















