Kecantikan Tersembunyi Di Balik Hijab

kamu mirip sama almarhum mantanku yang di solo…” aku bengong… Ternyata, cara ku berjalan, berbicara dan becanda sangat mirip dengan pacarnya yang telah tiada.trus sejarahnya dia depresi trus dibawa ke Tarakan ama bokapnya trus dikawinin ama orang Tarakan. tak tahu apa yang dilakukan dengan pinggulnya yang jelas gerakannya membuat tulang-tulangku serasa lolos sampai sunsumnya… aku melotot tak bisa teriak… dadaku sesak…. Bokepindo Aku hampiri, aku peluk dia agar agak cepat ketegangannya menurun. “mas mau makan dimana ?” kudengan suara Sari yang sekamar dengan Noni. ah untung sempet istirahat pikirku… Aku buka dasi, ID, wing, bolpoint lalu kuletakkan diatas meja dengan rapi beserta topi petnya. “Mau makan di mana?” “mau nemenin ?” tanyaku “mmmm…besok kali ya…” “sekarang aja deh…..” “eh…kalo sekarang ngobrol dulu” katanya ngajarin, (kan lebih tua) “uh kelamaan ngobrol kapan akrabnya!” “kan nggak enak ngobrol di telepon…” “kesini dong” “eh ke kamar?” “iya” “Waduh…” “kenapa takut?” “enggak gak enak aja kalo ketemu temen di lantai dua” aku diam sebentar, aku yakin ana baru berpikir keras. matanya tak lepas memandangku. Dan
yang luar biasa
ana langsung bangkit dari dadaku
“nova…sudah malam…aku pulang dulu…” aku cuma melongo tapi tak mampu untuk bangkit apalagi mencegahnya….

Kecantikan Tersembunyi Di Balik Hijab