Linda segera mengubah posisi duduknya dan…ceeerrrrrr……pejuhku meleleh. “Daaa, sayang…”“Mmmuuaachh…,”Linda memagut bibirku lama, seolah tak mau kehilangan momen yang sangat dahsyat. Bokepindo Kulihat wajahnya menegang seperti tegangnya tongkolku. Lututnya bertumpu pada sofa panjang, sehingga punggungnya meliuk, menambah sexy posisinya saat itu.Dengan pantat membulat, tampak bibir memek Rika merekah merah dan berkilat licin oleh cairan birahinya. Kurebahkan ia disana, dan dengan cekatan dilepaskannya kaos dan celana ku sehingga aku sekarang telanjang bulat di hadapan Linda dan Rika.Aku melirik Rika, yang duduk menyilangkan kakinya. “Kenapa Lin? gila kamu lin..nikmat bangett”“Aku gak tahan, Rikaaa…Lindaa….sayangku cintaku…..”Dan croottt….crroooootttt…..“Haeeppphh…hhhmmmppphhhhh” suara dari mulut Rika.Tampak dia gelagapan menerima semburan spermaku, tak kurang dari 5semburan kencang dan banyak…“Aaaahhh…..ooouuffhh….auuww…ooouuww…udah Rik…udah…udah…jangan diisep teruss…gelllliiii…..”aku meringis kegelian karena Rika tetep mengisap tongkolku, seolah tak rela kalo pejuhku tak keluar tuntas. Gitu kata Indah.”“Oooo…..” Rika terlongong mendengar penjelasan Linda. Emang aku musti gimana?”protes Linda. Aku merasakan memiawnya berdenyut, dan ada lelehan cairan hangat menerpa bibirku.“Andrewww…..aacchhh……”Linda menjerit keras sekali, menjepit kepalaku dengan pahanya, menekan kepalaku di selangkangannya dan berguncang hebat sekali. Ditambah ekspresi wajahnya yangmemandang wajahku dengan mata sayu namun tersirat kepuasan yang maat sangat.“Ayo nDrew…keluarin pejuh kamu…keluarin dimemiawku….”Linda memohon.“Kamu gak papa aku tumpahin pejuh di rahim kamu?”tanyaku sambil terengah-engah.“No problem honey…aku safe kok….”sahut Linda.















